Pengusulan Masterplan Wisata Telaga Loa
Tanpa Kategori
04 Agustus 2023 Dilihat (803) Komen (2)

Pengusulan Masterplan Wisata Telaga Loa

Telaga Loa merupakan salah satu telaga di Desa Jerukleueut yang masih sangat alami dan sedang dikembangkan menjadi objek wisata. Telaga Loa memiliki keunikan berupa isu pasang dan surut setiap 6 bulan sekali. Pada saat air penuh, telaga ini dijadikan sebagai tempat pemancingan. Sedangkan pada saat surut, dimanfaatkan sebagai tempat menanam palawija.

Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2023, Nabiil Ikbaar Hernanda, mengusulkan rancangan masterplan wisata Telaga Loa berbasis eko-eduwisata dengan konsep area wisata terintegrasi dan berkelanjutan. Pengembangan wisata Telaga Loa ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Melalui rencana ini, diharapkan masyarakat akan memiliki penghasilan tambahan disamping pekerjaan tetap mereka sehari-hari melalui wisata edukasi. Pelibatan masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kegiatan pariwisata yang sejatinya tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan atraksi lain sehingga muncul diversifikasi wisata.

Visualisasi Balai
Visualisasi Balai
Visualisasi Saung Pemancingan
Visualisasi Saung Pemancingan

Lokus perencanaan meliputi Telaga Loa dan RT 3 Blok Pahing. Akan ada balai sebagai pusat yang menghubungkan RT 3 Blok Pahing dan Telaga Loa. Di sekitar balai tersebut akan ada ecobike dan ecoprint. Pengembangan atraksi Telaga Loa memanfaatkan alam dan sebisa mungkin minim perkerasan, hanya sedikit perubahan, yaitu Pembangunan jalan yang mengitari telaga, saung untuk pemancingan, gazebo untuk melihat pemandangan telaga, kebun warga, tempat tangkap ikan, adventure playground, dan jalur trekking. Detail lebih lengkap terkait masterplan Telaga Loa dapat diakses melalui tautan berikut: bit.ly/MasterplanTelagaLoa

 


Bagikan:



2 Komentar

Rudi
28 Juni 2025

Itu yang ternak kambing bukan masyarakat yang biasa ternah kambing ya, kok rapih banget

Eki
28 Juni 2025

Kebanyakan spekulasi habisin anggaran, pada prakteknya mah nihil, jangan terlalu jauh dehh, atau hanya akal"an saja agar anggaran bisa diserap, ehh atau gimna ya

Kirim Komentar