Tanah Bergerak Desa Jerukleueut
Bencana tanah bergerak di Desa Jerukleueut, khususnya di RT 3 dan RT 4 Blok Manis, masih dirasakan hingga saat ini meskipun kekuatannya tidak sebesar seperti kejadian tahun 2014 – 2015 lampau. Untuk menyusun upaya pemulihan pasca bencana, mahasiswi KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2023, Desita Dwiyanti Kusuma Astuti, melakukan penilaian risiko bencana tanah bergerak di lokasi tersebut.
Pelaksanaan penilaian risiko bencana dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi literatur dan wawancara mendalam dengan perangkat desa dan warga RT 3 dan RT 4 Blok Manis. Pengerjaan dilakukan dalam rentang waktu 3 minggu terhitung sejak tanggal 27 Juni hingga 20 Juli 2023.
Penilaian risiko bencana dilakukan untuk mengetahui kerusakan, jumlah kerugian, upaya pemulihan, serta harapan masyarakat kepada pemerintah terkait pemulihan pasca bencana. Berdasarkan data, didapatkan bahwa kerusakan yang dialami warga berupa keretakan pada rumah, jalan, dan selokan dengan kisaran total kerugian hingga 50 juta. Berbagai upaya pemulihan dan pencegahan telah dilakukan, seperti tidak membuat kolam pada lereng yang rawan, tidak mendirikan bangunan di atas dan di bawah lereng yang rawan, serta menutup retakan tanah.
Atas bencana ini, masyarakat terdampak berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada mereka mengingat bencana ini masih terus terjadi hingga sekarang. Masyarakat berharap untuk dapat disediakan lokasi tempat tinggal yang lebih aman tanpa harus meninggalkan dari tanah kelahiran tercintanya ini. Berikut adalah tautan untuk mengakses laporan penilaian bencana tanah bergerak: bit.ly/PenilaianRisikoBencanaTanahBergerak