Desa JERUKLEUEUT | [email protected]

Kenalkan Inovasi Sirup Jahe melalui Sosialisasi Pengolahan, Nilai Gizi, dan Branding Produk di Desa Jerukleueut

Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Inovasi Sirup Jahe melalui Sosialisasi Pengolahan, Nilai Gizi, dan Branding Produk di Desa Jerukleueut

Desa Jerukleueut, 20 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan sirup jahe, nilai gizi, dan branding produk sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan inovasi pengolahan jahe kepada masyarakat Desa Jerukleueut. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Jerukleueut ini diikuti oleh ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Jerukleueut.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi pemanfaatan jahe sebagai bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Jahe selama ini dikenal luas sebagai salah satu tanaman yang dimanfaatkan dalam berbagai olahan pangan dan minuman. Namun, pemanfaatannya masih dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk yang praktis, memiliki daya simpan lebih lama, serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha. Salah satu bentuk diversifikasi produk yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah sirup jahe atau saenggangcheong dalam bahasa Korea.

Saenggangcheong (생강청) merupakan sirup jahe tradisional Korea yang dibuat melalui proses perendaman irisan jahe segar dengan gula hingga menghasilkan ekstrak alami yang kaya rasa dan aroma. Minuman ini telah lama dikenal sebagai salah satu pengobatan rumahan yang sering dikonsumsi untuk membantu menghangatkan tubuh, meredakan tenggorokan yang tidak nyaman, serta memberikan sensasi segar ketika diseduh dengan air hangat maupun air dingin. Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan fungsional dan minuman alami, saenggangcheong semakin populer sebagai alternatif minuman sehat yang mudah dibuat, memiliki daya simpan cukup lama, serta dapat dikreasikan dengan tambahan bahan lain, seperti lemon atau jeruk nipis untuk memperkaya rasa dan manfaatnya.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan sirup jahe. Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan jahe menjadi sirup yang dapat dikonsumsi sebagai minuman serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk komersial. Melalui demonstrasi secara langsung, peserta dapat memahami proses pembuatan sirup jahe sekaligus melihat peluang pemanfaatan jahe menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Setelah demonstrasi pembuatan produk, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai nilai gizi sirup jahe. Materi yang diberikan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kandungan gizi pada produk yang dihasilkan serta pentingnya memperhatikan komposisi bahan dalam proses pembuatan produk pangan. Pengetahuan mengenai nilai gizi diharapkan dapat membantu peserta dalam mengenali karakteristik produk yang dibuat dan menjadi pertimbangan dalam pengembangan produk ke depannya.

Selain aspek pengolahan dan nilai gizi, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya branding dalam pengembangan produk sirup jahe. Peserta diperkenalkan pada konsep branding sebagai bagian dari upaya membangun identitas dan meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya nama produk, identitas visual, serta tampilan kemasan sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi minat konsumen.

Kegiatan branding kemudian dilanjutkan dengan pengenalan desain kemasan produk sirup jahe. Peserta diberikan pemahaman mengenai bagaimana kemasan dapat digunakan untuk memperkuat identitas produk sekaligus memberikan informasi kepada konsumen. Dengan adanya kemasan yang menarik dan informatif, produk sirup jahe diharapkan dapat memiliki tampilan yang lebih profesional dan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipasarkan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN UGM berharap ibu-ibu PKK Desa Jerukleueut dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah jahe menjadi produk sirup yang memiliki nilai tambah. Selain itu, pemahaman mengenai nilai gizi dan branding diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam mengembangkan produk pangan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki informasi produk yang jelas dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah dalam mendorong pemanfaatan bahan pangan melalui inovasi produk olahan. Dengan menggabungkan keterampilan pengolahan, pemahaman mengenai nilai gizi, serta penguatan branding dan kemasan, sirup jahe diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif produk yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Desa Jerukleueut.

Komentar 0