Desa JERUKLEUEUT | [email protected]

Pembuatan Eco-Enzyme (bahan dari sampah)

Ubah Sampah Jadi Manfaat, Mahasiswa KKN Kenalkan Pembuatan Eco-Enzyme kepada Masyarakat Desa Jerukleueut

Jerukleueut, 20 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja bertajuk "Gerakan Zero Waste: Sosialisasi Pembuatan Eco-Enzyme dari Limbah Organik Dapur untuk Masyarakat Desa Jerukleueut." Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Jerukleueut sebagai peserta utama.

Program ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan melalui penerapan konsep zero waste. Limbah organik dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran yang selama ini umumnya dibuang begitu saja, tetapi sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat. Salah satu inovasi sederhana yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga adalah pembuatan eco-enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang memiliki beragam manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik sebagai upaya mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Selain itu, mahasiswa KKN juga menjelaskan konsep dasar eco-enzyme, bahan-bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan, proses fermentasi, hingga berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari produk tersebut. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar praktik pengolahan limbah organik di lingkungan rumah tangga.

Eco-enzyme diperkenalkan sebagai produk serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair organik, penghilang bau, hingga pendukung kegiatan berkebun. Melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna, masyarakat diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan alternatif produk yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif berdiskusi mengenai jenis limbah organik yang dapat digunakan, perbandingan bahan dalam proses fermentasi, serta cara penyimpanan eco-enzyme agar menghasilkan kualitas yang optimal. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap penerapan pengelolaan limbah yang mudah dilakukan di tingkat rumah tangga.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat Desa Jerukleueut memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengolah limbah organik dapur menjadi eco-enzyme beserta manfaat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan secara individu, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar sehingga budaya pengelolaan sampah berbasis prinsip zero waste dapat terus berkembang di Desa Jerukleueut.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah, masyarakat diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah organik sekaligus mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Komentar 0